Kesalahan Susunan Kalimat

172
0
Bagikan:
Kesalahan Susunan Kalimat

Kesalahan penyusunan kalimat sering ditemukan berupa pemakaian struktur kalimat yang salah karena (1) kesalahan penalaran, (2) hilangnya subjek, (3) hilangnya predikat, atau (4) subjek ganda. Hasilnya adalah kalimat rancu yang mengacaukan pengertian.

1. Kesalahan Penalaran

  • Gubernur Banten lebih memprioritaskan menanam padi daripada jagung. (X)
  • Gubernur Banten lebih memprioritaskan menanam padi daripada menanam jagung. (V)

Bagian yang dibandingkan adalah menanam padi dan menanam jagung, bukan Gubernur Banten dan jagung.

  • Para pedagang itu tidak mengetahui atau mengerti peraturan daerah tentang pedagang kaki lima. (X)
  • Para pedagang itu tidak mengetahui atau tidak mengerti peraturan daerah tentang pedagang kaki lima. (V)

Keadaan yang diterangkan adalah tidak mengetahui dan tidak mengerti, bukan tidak mengetahui dan mengerti.

2. Hilangnya Subjek

Kesalahan lainnya yang sering ditemukan dalam penyusunan kalimat adalah hilangnya subjek karena didahului kata tugas.

  • Pada berita media massa harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  • Berita media massa harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Subjek kalimat di atas hilang karena didahului kata “pada”.

  • Melalui peraturan itu akan memberikan kemudahan kepada masyarakat perdesaan.
  • Peraturan itu akan memberikan kemudahan kepada masyarakat perdesaan.

Subjek kalimat hilang jika didahului kata tugas, seperti “bagi”, “dalam”, “dari”, “dengan”, “di”, “kepada”, “melalui”, “pada”, dan “tentang”.

3. Hilangnya Predikat

Kesalahan berikutnya dalan penyusunan kalimat adalah hilangnya predikat karena penggunaan kata tugas yang berlebihan atau tidak pada tempatnya.

  • Objek wisata di daerah itu yang merupakan aset wilayah yang harus dikelola secara maksimal. (X)
  • Objek wisata di daerah itu merupakan aset wilayah yang harus dikelola secara maksimal. (V)
  • Objek wisata di daerah itu, yang merupakan aset wilayah, harus dikelola secara maksimal. (V)

Penggunaan kata “yang” pada kalimat contoh salah di atas membuat kalimat itu hanya terdiri atas subjek, belum selesai karena tidak ada predikatnya. Kalimat tanpa predikat bukan kalimat sempurna.

4. Subjek Ganda

Sebuah kalimat efektif harus terdiri dari satu subjek. Karena itu, sebuah kalimat yang memiliki lebih dari satu subjek akan menjadi kalimat tidak efektif atau kalimat rancu. Berikut ini beberapa contoh.

Contoh 1

  1. Masalah perbaikan beberapa ruas jalan Balaraja–Serang kami sudah laporkan. (X)
  2. Masalah perbaikan beberapa ruas jalan Balaraja–Serang sudah kami laporkan. (V)
  3. Kami sudah melaporkan masalah perbaikan beberapa ruas jalan Balaraja–Serang. (V)

Contoh kalimat salah di atas memiliki subjek ganda, yaitu “masalah perbaikan beberapa ruas jalan Balaraja–Serang” dan “saya”. Perbaikan bisa dilakukan dengan menjadikannya kalimat pasif bentuk diri (2) atau dengan mengubahnya menjadi kalimat aktif (3).

Contoh 2

  1. Gedung tua itu sudah lama dia menghuninya. (X)
  2. Gedung tua itu dia sudah lama menghuninya. (X)
  3. Gedung tua itu sudah lama dia huni. (V)
  4. Dia sudah lama menghuni gedung tua itu. (Y)

Contoh kalimat salah di atas memiliki subjek ganda, yaitu “gedung tua” dan “dia”. Sama seperti contoh sebelumnya, perbaikan bisa dilakukan dengan menjadikannya kalimat pasif bentuk diri (3) atau dengan mengubahnya menjadi kalimat aktif (4).

Contoh 3

  1. Cita-citamu yang setinggi langit kamu sudah mengungkapkannya. (X)
  2. Cita-citamu yang setinggi langit sudah kamu ungkapkan. (V)
  3. Kamu sudah mengungkapkan cita-citamu yang setinggi langit. (V)

Contoh kalimat salah di atas memiliki subjek ganda, yaitu “cita-citamu yang setinggi langit” dan “kamu”.

closing
Bagikan:

Tulis Komentar