Sekelumit Sejarah yang Menceritakan Wanita

294
0
Bagikan:
The Death of Cleopatra by Reginald Arthur [fr] (1892)_Wikimedia_The_Death_of_Cleopatra_arthur

Pernahkah Anda mencoba membaca sejarah yang keseluruhannya berupa rangkaian para perempuan dan peran-perannya di seluruh dunia dari zaman mula-mula? Tentu hal itu akan menjadi bacaan yang sangat panjang dan membutuhkan waktu serta tenaga tidak sedikit untuk menyusunnya. Saya mencoba mengumpulkan sekelumit dari kisah-kisah tersebut. Mungkin beberapa di antaranya sudah Anda ketahui.  

Hypatia. Wanita filosof asal Alexandria, Mesir, ini pada abad keempat Masehi sudah berhasil menguraikan gerak elips bumi mengitari matahari. Namun, Hypatia kemudian menjadi martir di tangan para penganut Kristiani—di bawah kendali pemerintahan Romawi—dengan tuduhan menjadi penyihir wanita.

Wanita memesona ini mengabdikan dirinya untuk pengetahuan. Ia dikenal kritis terhadap pemerintahan, termasuk terhadap hukum Kristiani yang melarang wanita menyuarakan kehendaknya. Karya-karya ilmiah hasil kerjanya tidak ada yang utuh ketika ditemukan karena represi pemerintah yang membakar pusat studi di Alexandria. Baru pada abad ke XVII Johannes Keppler berhasil menjabarkan gerak elips bumi persis seperti yang diuraikan Hypatia.

Jadi, perhatikanlah. Tanpa wanita, Anda semua—pria-pria cerdas yang hidup sekarang—memerlukan tiga belas abad untuk mengetahui apa yang sudah seorang wanita temukan. Bukankah itu hal yang menyesakkan?

Imajinasi Louis Figuier tentang penyerangan atas Hypatia. Dimuat dalam Vies des savants illustres, depuis l’antiquité jusqu’au dix-neuvième siècle (Wikimedia Commons)

Cleopatra. Ratu Mesir pada abad pertama Masehi. Pemerintahannya bertahan di antara banyak konflik dan kisah percintaannya dengan Kaisar Romawi menginspirasi Shakespeare untuk menuangkannya ke dalam drama, Antony and Cleopatra. Cleopatra diceritakan mampu menjadi pemimpin perang dan menguasai banyak bahasa. Di akhir hidupnya, ia meminum racun sebagai tanda menolak menyerahkan diri tunduk pada kemenangan Romawi.

Ia memiliki pengaruh besar dalam setiap kebijakan yang diambil Julius Caesar dan Marcus Antonius (Mark Antony), politikus dan jenderal Romawi, menggantungkan strategi tempurnya pada perhitungan wanita ini. Jadi, Cleopatra adalah bukti bahwa wanita setara dengan pria dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Eva Peron. Berangkat dari lingkungan miskin, Maria Eva Duarte de Peron mempunyai catatan perjuangan yang cukup berat di panggung politik Argentina. Dengan Partai Peronis-nya yang feminis, ia berhasil mendorong kebijakan agar wanita dapat menggunakan hak-haknya dalam berpolitik, setara dengan pria.  

Meski cercaan berkenaan isu fasisme dan penggelontoran dana pemerintah ke yayasan miliknya berkesan negatif, namun Eva terus tumbuh dalam pelayanan publik yang membuat rakyat Argentina jatuh cinta kepadanya. Ia membagikan ratusan ribu mesin jahit dan sepatu, mencium para penderita sifilis dan menyentuh kulit orang yang lepra, dan terus berjuang untuk menyuarakan penderitaan si miskin.

Suatu kali, Eva menolak tawaran menjadi calon presiden dan mengatakan, segala yang ia lakukan adalah untuk cita-cita dan dukungan bagi presiden saat itu, yaitu suaminya sendiri, Juan Peron. Segala tindakan Eva menjadi catatan mengkhawatirkan bagi pihak militer dan lawan politik suaminya yang berhasil menggulingkan Juan Peron dua tahun setelah Eva meninggal.

Akhir hidup Eva berada dalam perjuangan melawan kanker serviks. Hari ketika Eva meninggal, rakyat Argentina memenuhi jalanan dengan tumpukan karangan bunga. Segala kegiatan dihentikan sementara, termasuk siaran radio, film, dan restoran, untuk menghormati jasa-jasanya. Selama dua hari bendera dikibarkan setengah tiang dan seluruh Argentina menghormatinya sebagai Pemimpin Spiritual Bangsa.

Riwayat Eva memang penuh bias, apalagi saat mengetahui bahwa ia mengenakan mantel bulu mahal dan perhiasan rancangan desainer Prancis. Sebagai wanita, saya berpikir untuk memilah dua sisi tersebut dan memutuskan memilih semangat juangnya.

Margaret Thatcher. Wanita yang dijuluki “Iron Lady” ini memerintah Inggris sebagai Perdana Menteri dengan sikap kaku dan nasionalis. Ia berhasil mengembalikan Kepulauan Falklands dari kekuasaan Argentina kepada Inggris. Sikap nasionalisnya membuat ia menolak Uni Eropa sehingga beberapa kawan yang tidak sepaham mengundurkan diri dari lingkaran kepemerintahannya.

Ketika mempelajari riwayatnya, saya menemukan dukungannya kepada kaum kapitalis. Ini menunjukkan bahwa pendukung kapitalisme bukan hanya berasal dari kalangan pria. Margaret Thatcher bukanlah seorang feminis, meski ia wanita. Seorang feminis tidak akan mendukung kapitalisme karena kapitalisme identik dengan dominasi, penindasan, dan ketidaksetaraan.

Lady Diana Spencer. Kiprah wanita anggun ini tak terlupakan, terutama dalam bidang kemanusiaan yang membuat setiap penderita HIV/AIDS mempunyai semangat lebih besar untuk hidup. Diana mendekap mereka dan melelang gaun-gaunnya untuk membantu para penderita kanker, lepra, dan lainnya.

Namanya sangat berpengaruh dalam kampanye menentang penggunaan ranjau darat antipersonel. Ia juga mempunyai kedekatan dengan Bunda Teresa di antara pasien-pasien yang terbaring sekarat. Sedangkan Ibu Teresa adalah biarawati pendiri Misionaris Cinta Kasih, sebuah serikat pelayanan kepada orang miskin yang mempunyai ribuan anggota dan jutaan sukarelawan di seluruh dunia.

Berbicara mengenai pernikahan-perceraian Diana dan kehidupan religiusnya yang konon hampir memeluk Islam adalah berbicara tentang wanita yang sepantasnya mendapat kebebasan dan kehidupan yang bertanggung jawab secara emosional. Ia menjadi lebih baik ketika keluar dari pernikahannya yang hanya cinta sepihak dan tetap menjalani kegiatan-kegiatan kemanusiaannya dengan bebas.

Di antara para perempuan yang mengisi sejarah dunia, beberapa di antaranya berada di sekitar Isa Almasih dan Muhammad SAW.

Maria binti Imran adalah Perawan Suci yang melahirkan Isa Almasih. Kepatuhannya kepada tradisi religius Yahudi disempurnakan dengan menerima tugas berat yang pasti akan mendapat sambutan tak ramah dari lingkungannya, yaitu mengandung tanpa suami.

Maria Magdalena adalah wanita yang berusaha membebaskan diri dari stigma negatifnya sebagai pelacur. Isa memberinya kesempatan menjalani hidup dengan cara yang lebih baik. Ia juga mendapat tantangan ketidakpercayaan lingkungannya atas perubahan pribadinya.

Veronica, wanita yang mengusap wajah sengsara Isa Almasih, menerima hadiah terekamnya wajah penuh luka darah itu pada selendang yang digunakannya mengusap. Tentu tidak mudah membawa diri ke depan khalayak ramai yang penuh caci maki dan membuang ludah ke arah Isa yang memanggul kayu salib dan dicambuk berduri.

Maria binti Imran, Maria Magdalena, dan Veronica adalah lambang keberanian dan tangguhnya wanita dalam menjalani kehidupan pada masa hidup Isa Almasih.

Mengingat Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah Muhammad, berarti mengingat betapa mandirinya perempuan dalam bisnis besar perdagangan. Di sisi Rasulullah, ia selalu menjadi tempat mencurahkan kegelisahan dan ialah yang menjadi kekuatan pendorong Rasulullah dalam menggali kembali keberanian untuk tetap hidup di jalan iman.

Aisyah binti Abu Bakr dan beberapa wanita lagi diperistri untuk menggantikan tugas Khadijah yang mampu meredam semua kecemasan Rasulullah, selain karena kepentingan politis. Aisyah suatu kali juga memimpin pasukan untuk membela kaumnya sepeninggal Rasulullah.

Selain itu, sebut juga Ummu Salamah yang pandai dan kerap menyumbang pemikirannya dalam tugas-tugas Rasulullah.

Khadijah, Aisyah, Ummu Salamah adalah lambang daya pemelihara, pengayom, dan perawat dari wanita.

Di Indonesia juga begitu banyak nama wanita yang kita temukan mengisi lembaran sejarah.

Ratu Shima terkenal dengan pemerintahan yang tegas dan jujur. Ia berasal dari Kerajaan Kalingga, sebuah wilayah yang tak lepas dari konflik dengan Sriwijaya pada abad keenam. Ia dekat dengan rakyat jelata dan disegani oleh semua orang termasuk kerajaan-kerajaan tetangga. Ia juga berhasil menerapkan sistem pengairan subak yang maju untuk pertanian. 

Tribhuwana Wijayatunggadewi adalah pemangku kekuasaan Kerajaan Majapahit di abad ketigabelas. Ia mumpuni dalam menumpas pemberontakan dan memperluas wilayah kerajaan dengan bantuan Mahapatih Gajah Mada.

Cut Nyak Dien yang memimpin orang Aceh melawan Belanda, Marta Tiahahu sang remaja yang menyalakan api semangat para wanita Pulau Nusalaut dan Saparua di Maluku, R. A. Kartini yang berjuang melawan tradisi poligami dan pingitan, Dewi Sartika yang mencurahkan harta dan tenaganya untuk membuka beberapa sekolah wanita pertama di Jawa Barat—adalah sebagian dari wanita yang membuktikan kemampuannya di masa kolonial.

Djenar Maesa Ayu dan Ayu Utami adalah dua nama yang menghentak masyarakat ketika, dalam tulisan-tulisan mereka, menyuarakan peliknya berjuang sebagai wanita yang sejatinya setara dengan pria. Lebih dahulu dari keduanya, NH Dini selalu berhasil mengabadikan suara orang-orang yang terpinggirkan dalam novel dan cerpennya.

Baru-baru ini, mulai kuat terdengar nama S. Rukiah Kertapati. Pada tahun 1960-an, Buku-bukunya kritis menanggapi pemerintah dan ia juga tergabung dalam anggota pimpinan Lekra. Tentu ia tak lepas dari tekanan dan menderita trauma dari kejadian tahun 1965 sehingga berhenti menulis. Juga ada Roehana Koeddoes dari Sumatra Barat yang merupakan pendiri surat kabar perempuan pertama di Indonesia (Sunting Melayu). Ia juga pendiri Sekolah Kerajinan Amai di kota Gadang serta Roehana School di Bukittinggi.

Kemudian, sejarah Indonesia akan mencatat nama Megawati Soekarnoputri sebagai satu-satunya wanita yang pernah menjadi presiden hingga saat ini. Meski ia kurang disukai, namun koalisi bentukannya selalu berhasil mempengaruhi panggung politik. Sri Mulyani yang tidak lepas dari bias keberpihakan, baik ketika berhasil menduduki posisi Direktur Pelaksana Bank Dunia yang berbasis di Washington DC maupun ketika kembali ke Indonesia dan menempati jabatan Menteri Keuangan. Susi Pudjiastuti yang akrab dengan jargon penenggelaman kapal asing ilegal di perairan Indonesia cukup kontroversial karena merokok dan bertato. Namun, prestasinya pun tak pernah sepi dari pujian.   

Susi Pudjiastuti (Foto: govinsider.asia)

Nama-nama yang tertulis di atas adalah mereka yang berhasil melampaui tantangan di zamannya. Begitu juga seharusnya kita membuktikan diri dengan mempunyai terobosan yang bermanfaat bagi sekitar karena pembuktian kemampuan diri adalah salah satu cara untuk mencapai kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Dengan menjadi setara, kita dapat bekerja sama untuk mewujudkan dunia yang bebas dari penderitaan akibat penindasan. Dengan menjadi mampu dan setara, tidak akan ada lagi perlakuan dan ujaran seksisme. Perempuan dan laki-laki akan mempunyai kesempatan yang sama dalam belajar, bekerja, dan mengekspresikan keinginannya dalam membangun dunia yang menyenangkan.

closing
Bagikan:

Tulis Komentar