Tujuh Tanda Baca Pemisah

83
0
Bagikan:
Tujuh Tanda Baca Pemisah

Sebagian tanda baca digunakan untuk memisahkan penulisan bagian-bagian kata atau bagian kalimat. Tanda-tanda baca itu adalah:

  1. Tanda titik
  2. Tanda titik dua
  3. Tanda koma
  4. Tanda sambung
  5. Tanda pisah pendek dan tanda pisah panjang
  6. Tanda garis miring tunggal dan Gganda
  7. Tanda kurung

1. Tanda Titik (.)

  1. Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan kelipatan ribuan.
  • 1.000 buku
  • 24.530 spesies
  • 650.000 lembar
  • 2.350.653 pelanggan
  • 123.000.000 pengikut
  • 45.326.330.500 jiwa

Perhatian: Angka yang tidak menunjukkan bilangan atau jumlah tidak menggunakan tanda titik.

  • tahun 2019
  • halaman 1500
  • nomor urut 30200
  • nomor telepon 9876543
  • nomor rekening 5702135695
  1. Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka waktu antara jam, menit, dan detik.
  • Pukul 21.30.15 WIT
  • Pukul 00.28 WITA
  • Pukul 24.00 WIB
  • 01.20.15 jam (1 jam, 20 menit, 15 detik)
  • 00.20.15 jam (20 menit, 15 detik)
  • 00.00.15 jam (15 detik)
  1. Tanda titik digunakan untuk memisahkan bagian dan subbagiannya dalam sebuah karya tulis.

1. Patokan Umum
     1.1. Isi Karangan
     1.2. Ilustrasi
          1.2.1. Gambar Tangan
          1.2.2. Tabel
          1.2.3. Grafik


2. Tanda Titik Dua (:)

  1. Tanda titik dua digunakan untuk memisahkan jabatan/posisi dan nama dalam pemerian.

Ketua              : Ahmad Wijaya
Sekretaris      : Siti Aryani
Bendahara     : Aulia Arimbi

  1. anda titik dua digunakan untuk memisahkan tokoh dan dialognya dalam naskah drama atau skenario.

Ibu      : “Bawa koper ini, Nak!”
Amir   : “Baik, Bu.”
Ibu      : “Jangan lupa, letakkan baik-baik!”

  1. Tanda titik dua digunakan untuk memisahkan jilid/edisi/tahun terbit dan nomor halaman.
  • Horison, XLIII, No. 8/2008: 8
  • Jawara, Edisi 06: 46
  1. Tanda titik dua digunakan untuk memisahkan nama surah dan nomor ayat kitab suci.
  • Surah Al-Baqarah: 125
  • Matius 2: 7
  1. Tanda titik dua digunakan untuk memisahkan judul karangan dan subjudulnya.
  • Sapiens: Riwayat Singkat Umat manusia
  • Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di jawa 1912–1926
  • “Hominid Brain Evolution: Testing Climatic, Ecological and Social Competition Models”
  1. Tanda titik dua digunakan untuk memisahkan tempat dan nama penerbit dalam daftar pustaka atau catatan kaki.
  • Harari, Yuval Noah. Sapiens: Riwayat Singkat Umat manusia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2018. (Daftar pustaka)
  • Yuval Noah Harari, Sapiens: Riwayat Singkat Umat manusia (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2018), 120–23. (Catatan kaki)

3. Tanda Koma (,)

Dibandingkan tanda titik dan tanda titik dua, penggunaan tanda koma jauh lebih rumit.

Tanda koma sangat memengaruhi pemahaman pembaca. Salah menggunakan atau tidak menggunakan tanda koma bisa mengubah makna sebuah kalimat.

  1. Amin suka makan kucing bermain bola dan berenang.
  2. Amin suka makan, kucing, bermain bola, dan berenang.

Kalimat 2 lebih tepat mengungkapkan maksudnya—kecuali bila Amin memang suka makan kucing yang bermain bola dan berenang. Dengan tanda koma, nyawa kucing bisa diselamatkan. Tanda koma bahkan bisa menyelamatkan nyawa manusia. Bandingkan dua kalimat berikut ini.

  1. Bolehkah Dewi memasak Ibu?
  2. Bolehkah Dewi memasak, Ibu?

Dengan menambahkan koma sebelum kata Ibu pada kalimat 2, nyawa Ibu bisa diselamatkan dan Dewi bisa kembali menjadi anak yang baik.

Kemahiran menggunakan tanda koma secara tepat akan membuat sebuah tulisan nyaman dibaca. Informasi yang disampaikan penulisnya juga akan bisa dipahami pembaca dengan baik.

Berikut ini penggunaan tanda koma sebagai pemisah.

  1. Tanda koma digunakan untuk memisahkan bilangan bulat dan bilangan desimal.
  • 15,2 kg
  • 3.800,5 m
  1. Tanda koma digunakan untuk memisahkan satuan mata uang dan bagiannya.
  • Rp500,50 (lima ratus rupiah lima puluh sen)
  • $1.500,9 (seribu lima ratus dolar sembilan sen)
  1. Tanda koma digunakan untuk memisahkan nama orang dan gelar di belakangnya dan antara gelar-gelar di belakang nama.
  • Joko Waluyo, S.H.
  • Amir Syarifudin, M.Hum.
  • Siti Aminah, S.H., M.H.
  • Dr. Hamdani, S.E., M.M., M.Pd., M.Ak.
  1. Tanda koma digunakan untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.
  • Kalau diundang, saya akan datang.
  • Karena baik hati, dia mempunyai banyak teman.
  1. Tanda koma digunakan untuk memisahkan ungkapan antarkalimat (seperti oleh karena itu, namun, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian) dan bagian kalimat sesudahnya.
  • Edwin rajin dan cerdas. Oleh karena itu, dia bisa memahami semua pelajaran dengan baik.
  • Edwin rajin dan cerdas. Meskipun demikian, tidak ada jaminan dia bisa menjadi pengusaha sukses.
  1. Tanda koma digunakan untuk memisahkan keterangan tambahan atau keterangan aposisi dari bagian kalimat lainnya.
  • Di daerah kami, misalnya, masih banyak bahan tambang yang belum diolah.
  • Semua siswa, baik laki-laki maupun perempuan, harus mengikuti latihan paduan suara.
  1. Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
  • Kata nenek saya, “Kita harus berbagi dalam hidup ini.”
  • “Kita harus berbagi dalam hidup ini,” kata nenek saya.
  1. Tanda koma digunakan untuk memisahkan kata seru (seperti o, ya, wah, aduh, dan hai), partikel percakapan (seperti nah, sih, dong, dan deh), dan kata yang dipakai sebagai panggilan (seperti Bu, Pak, Dik, atau Nak).
  • O, begitu?
  • Wah, bukan main!
  • Jangan begitu, dong!
  • Apa, sih, yang kalian ributkan?
  • Nah, justru itu masalahnya.
  • Siapa namamu, Dik?
  1. Tanda koma digunakan untuk memisahkan (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
  • Sdr. Abdullah, Jalan Kayumanis III/18, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Matraman, Jakarta 13130
  • Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya 6, Jakarta
  • Surabaya, 10 Mei 1960
  • Tokyo, Jepang
  1. Tanda koma digunakan untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
  • Harari, Yuval Noah. 2018. Sapiens: Riwayat Singkat Umat manusia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
  • Gunawa;n, Ilham. 1984. Kamus Politik Internasional. Jakarta: Restu Agung.
  1. Tanda koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir.
  • Yuval Noah Harari, Sapiens: Riwayat Singkat Umat manusia (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2018), 120–23.
  • Ilham Gunawan, Kamus Politik Internasional (Jakarta: Restu Agung, 1984), 75.

4. Tanda Sambung (-)

  1. Tanda sambung digunakan untuk memisahkan unsur kata ulang utuh (dwilingga), kata ulang berubah bunyi (dwilingga salin suara), kata ulang semu, baik berimbuhan, disertai kata lain, maupun tidak.
  • Kata ulang utuh: ibu-ibu, anak-anak, peraturan-peraturan, anak-anakmu, peraturan-peraturannya
  • Kata ulang berubah bunyi: sayur-mayur, bolak-balik, lauk-pauk, siswa-siswi, teka-teki, membolak-balikkan, berteka-teki, lauk-pauknya
  • Kata ulang semu: cumi-cumi, ubur-ubur, kupu-kupu, jalan-jalan, pura-pura, berjalan-jalan, berpura-pura, kupu-kupuku
  1. Tanda sambung digunakan untuk memisahkan tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka atau memisahkan huruf dalam kata yang dieja satu-satu.
  • 25-12-2019 (dalam berita masih digunakan tanda garis miring: 25/12/2019)
  • p-e-k-a-n, bukan p-e-l-a-n
  1. Tanda sambung digunakan untuk memisahkan unsur kata untuk memperjelas makna.
  • be-revolusi berbeda dari ber-evolusi
  • meng-ukur berbeda dari me-ngukur
  • dua-puluh-lima ribuan berbeda dari dua-puluh lima ribuan
  • 23/25 (dua-puluh-tiga perdua-puluh-lima)
  1. Tanda sambung (-) digunakan untuk memisahkan huruf dengan angka.
  • ke-5
  • tahun 1980-an
  • sarjana S-2
  • Rp5.000-an

Perhatian: Tanda hubung tidak dipakai di antara huruf dan angka jika angka tersebut melambangkan jumlah huruf.

  • KP2B (Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Kader Penggerak Pembangunan Banten)
  • P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan)
  1. Tanda sambung (-) digunakan untuk memisahkan huruf kecil dengan huruf kapital.
  • kepada-Nya (Tuhan)
  • ber-KTP
  • SIM-ku
  • se-Banten
  • sinar-X
  • hari-H
  • non-ASN
  1. Tanda sambung (-) digunakan untuk memisahkan kata bahasa Indonesia dari unsur bahasa daerah atau bahasa asing.
  • di-candung
  • men-jancuk-i
  • me-recall
  • di-launching

5. Tanda Pisah Pendek (–) dan Tanda Pisah Panjang (—)

  1. Tanda pisah pendek (–/en dash) digunakan untuk memisahkan dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.
  • Periode 2019–2024
  • Tanggal 5–10 April 2019
  • Halaman 190–203
  • Jakarta–Bandung
  1. Tanda pisah panjang (—/em dash) digunakan untuk memisahkan keterangan tambahan atau keterangan aposisi, terutama jika keterangan tersebut mengandung tanda koma.
  • Soekarno-Hatta—Proklamator Kemerdekaan RI—diabadikan menjadi nama bandar udara internasional.
  • Rangkaian temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.

6. Tanda Garis Miring Tunggal (/) dan Ganda (//)

  1. Tanda garis miring digunakan untuk memisahkan (a) bagian-bagian nomor surat, (b) nomor jalan atau RT dan RW pada alamat, dan (c) penandaan masa satu tahun yang berada dalam dua tahun takwim.
  • Nomor: 7/PK/II/2013
  • Jalan Kramat III/10, RT 005/006
  • tahun ajaran 2012/2013
  1. Tanda garis miring digunakan untuk memisahkan (a) unsur (bermakna dan) dan (b) pilihan (bermakna atau).
  • Siswa/siswi (siswa dan siswi)
  • Melalui jalan darat/laut/udara (melalui jalan darat, laut, atau udara)
  1. Tanda garis miring digunakan untuk memisahkan nilai dan satuan atau pembaginya (bermakna per atau setiap).
  • Harganya Rp1.500/lembar
  • Mobil itu melaju dengan kecepatan 60 km/jam
  1. Tanda garis miring digunakan untuk memisahkan bunyi huruf (keterangan fonetik).
  • Huruf a dibaca /a/
  • Huruf  ش  dibaca /sy/
  1. Tanda garis miring digunakan untuk memisahkan baris-baris syair yang terpisah ketika dituliskan serangkai.
  • Melihat duniamu / mengingatkanku pada musim / pada bilah-bilah ekaliptus / pada koala yang dengkurnya / dihisap pasir
  1. Tanda garis miring ganda digunakan untuk memisahkan bait-bait syair yang terpisah ketika dituliskan serangkai.
  • … pada jarak Northbridge-Fremantle dan / segerai rambut berwarna jagung // Melihat duniamu / kuhidu lagi semerbak dinding Duxton / juga aroma dua cangkir kapucino ….

7. Tanda Kurung ((…))

  1. Tanda kurung digunakan untuk memisahkan singkatan atau kepanjangan.
  • Pemotor itu tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).
  • Maria belum cukup umur untuk memiliki KTP (kartu tanda penduduk).
  1. Tanda kurung digunakan untuk memisahkan penjelasan, padanan, atau arti kata.
  • Edi sudah menyiapkan peralatan sekolah (pensil, buku, rautan, dan penggaris).
  • Restoran itu menyediakan layanan lantatur (belanja tanpa turun, drive-thru).
  • Kedua belah pihak sudah menandatangani memorandum of understanding (nota kesepahaman).
  • Kata home (‘tempat tinggal’) dan house (‘rumah’) memang berbeda makna.
  1. Tanda kurung digunakan untuk memisahkan huruf atau kata yang bisa dihilangkan atau berfungsi membentuk alternatif kata.
  • Grup pertunjukan debus itu sangat populer di (Kota) Cilegon.
  • meng(h)ajar
  • meng(k)aji
  • pesan(an)
closing
1
Bagikan:

Tulis Komentar