Rekuim Bandar Lada

58
0
Bagikan:
Gambar peta pelabuhan tua Banten

Pada tahun-tahun yang enggan menua
Dia datang sebagai debur ombak
Dan pergi sebagai air yang lesap

Kata-katanya dicatat angin
: Sebuah kota pelabuhan
Terendam putus asa
Telantar di galangan

“Ahoi! Dia bukan Hang Tuah!
Di haluan tak ada meriam
Ahoi! Dia bukan Cheng Ho!
Cuma anjungan bau ciu”

Dia meniru tiang layar di sampingnya
Semerbak lada di antara aroma garam
Dan air mata seharum cengkih

Di samudera dia temukan hal-hal
Dan kesimpulan-kesimpulan
Dari jejak bibir hingga sisa tegukan

“Ahoi! Dia bukan Hang Tuah!
Di haluan tak ada meriam
Ahoi! Dia bukan Cheng Ho!
Cuma geladak bau ciu”

Di dadanya pernah orang tanam bunga
Juga pedang dan sangkur senapan
Subur seperti buih di garis pantai
Tak suatu bisa melukai
Tak seorang bisa menyakiti

Ia kebas melebihi sauh
Yang terendam putus asa
Ia kebal melebihi buih
Yang ditenung petaka

Seperti tiang layar di sampingnya
Juga tahun-tahun yang enggan menua
Seperti debur ombak dan air yang lesap
Juga pedang dan sangkur senapan
Telah dia pendam dendam
Sesubur debur dan kesiur

“Ahoi! Dia bukan Hang Tuah!
Di haluan tak ada meriam
Ahoi! Dia bukan Cheng Ho!
Cuma palka bau ciu”

Di ujung tahun yang enggan menua
Sebarisan layar membelah angkasa
Sejajaran lunas dari utara
Menyarangkan bola-bola api di lambungnya

2019–2020

Bagikan:

Tulis Komentar